Bahasa Alquran
Sabtu, 06 Juni 2009
Bahasa Alquran
Alquran sebagaimana yang kita kenal ditulis dalam bahasa Arab.
Bahasa Arab adalah bahasa yang telah berumur sangat tua dan mencapai
puncak keindahan tuturnya pada masa hidup Muhammad saw.
Muhammad saw berasal dari kabilah Quraisy yang logatnya
dipandang paling fasih. Masa balita sempat dilaluinya di pedalaman Bani Sa'd,
suatu hal yang menjadi faktor penambah kefasihan berbahasa baginya.
Selain fasih bertutur kata, Muhammad [saw] muda dikenal dengan amanah
kejujurannya.
Kelak, dia dikenal dengan kemampuannya yang mengagumkan dalam
berkomunikasi. Seperti diakuinya sendiri, "Ana afshahu l-'arab [aku penutur
bahasa Arab terfasih]". Muhammad saw, sang Nabi, dapat berkomunikasi
menyesuaikan diri dengan logat teman bicaranya, dari kabilah dan pelosok
Arab manapun teman bicaranya itu berasal.
Pada usia empat puluh tahunan, Muhammad saw mendapatkan wahyu pertama
"Iqra' [bacalah]". Dan seterusnya wahyu turun padanya dalam kurun waktu lebih
kurang 23 tahun. Himpunan catatan wahyu Alquran dikenal dengan istilah
mushaf Alquran.
Muhammad saw sendiri tidak dapat membaca dan menulis. Tetapi,
sebagaimana diakuinya sendiri, "Addabanii Rabbii fa-ahsana ta'diibii[Rabb-ku
mendidik aku dengan didikan terbaik]". Ketika itu kemampuan menulis dan
membaca bukan tolok ukur keterdidikan (kesarjanaan; kepandaian;
kecerdasan; pengakuan masyarakat akan tingkat capaian ilmu
pengetahuan-) seseorang.
Wallahu A'lam
[zahusaincangkelo]
Bahasa Arab adalah bahasa yang telah berumur sangat tua dan mencapai
puncak keindahan tuturnya pada masa hidup Muhammad saw.
Muhammad saw berasal dari kabilah Quraisy yang logatnya
dipandang paling fasih. Masa balita sempat dilaluinya di pedalaman Bani Sa'd,
suatu hal yang menjadi faktor penambah kefasihan berbahasa baginya.
Selain fasih bertutur kata, Muhammad [saw] muda dikenal dengan amanah
kejujurannya.
Kelak, dia dikenal dengan kemampuannya yang mengagumkan dalam
berkomunikasi. Seperti diakuinya sendiri, "Ana afshahu l-'arab [aku penutur
bahasa Arab terfasih]". Muhammad saw, sang Nabi, dapat berkomunikasi
menyesuaikan diri dengan logat teman bicaranya, dari kabilah dan pelosok
Arab manapun teman bicaranya itu berasal.
Pada usia empat puluh tahunan, Muhammad saw mendapatkan wahyu pertama
"Iqra' [bacalah]". Dan seterusnya wahyu turun padanya dalam kurun waktu lebih
kurang 23 tahun. Himpunan catatan wahyu Alquran dikenal dengan istilah
mushaf Alquran.
Muhammad saw sendiri tidak dapat membaca dan menulis. Tetapi,
sebagaimana diakuinya sendiri, "Addabanii Rabbii fa-ahsana ta'diibii[Rabb-ku
mendidik aku dengan didikan terbaik]". Ketika itu kemampuan menulis dan
membaca bukan tolok ukur keterdidikan (kesarjanaan; kepandaian;
kecerdasan; pengakuan masyarakat akan tingkat capaian ilmu
pengetahuan-) seseorang.
Wallahu A'lam
[zahusaincangkelo]
Komentar
Posting Komentar