Syawal

Jumat, 02 Oktober 2009

Syawal
Belum telat rasanya jika saya ucapkan, selamat idul fitri, 1 Syawal 1430.
Syawal, salah satu maknanya adalah peningkatan. Peningkatan dalam kadar taqwa dan ibadah kepada Rabb, Yang Mahamemelihara hamba-hamba-Nya.
Taqwa berarti takut dan menghindar. Berhati-hati.
Ibadah berarti menjadikan diri hamba yang profesional. Ibadah, dalam tinjauan bahasa Alquran, dalam wazan (pola) fi'aalah (i-aa-ah) yang menunjuk pada pekerjaan dan profesi. Sebagaimana halnya ziraa'ah (profesi petani), kitaabah (profesi penulis), khithaathah (profesi kaligraf), wizaarah (pekerjaan sebagai menteri), ri'aasah (jabatan sebagai ketua atau presiden), dst..
Ibadah adalah profesi kita yang sesungguhnya paling utama. Sebelum segala profesi dan pekerjaan kita lainnya. Wa maa khalaqetu l-jinna wa l-insa illaa liya'ebuduuni. Tidak Ku-cipta manusia maupun jin melainkan untuk meng-abdi pada-Ku.
Di dalam hadis kudsi, siapa yang tidak rela menyembah-Ku, katakan padanya, "Carilah planet lain di luar planet bumi ini untuk dia tinggal di sana!"
Alhasil, mari kita terus beribadah kepada-Nya Yang Mahamencintai dan mengasihi kita semua.
Dengan zikir, doa, shalat, shalawat, dan apapun yang kita senang melakukannya.
Seorang sahabat mengeluh kepada Nabi saw, "Aku tak sanggup berdoa sebagaimana halnya Mu'adz, aku hanya dapat berdoa meminta surganya serta meminta perlindungan pada-Nya dari neraka." Nabi saw menjawab, "Ulangilah dua pinta kamu itu terus-menerus."
Mari semua kita bershalawat pada Sang Nabi. Allahumma shalli 'alaa Sayyidina Muhammad."

Komentar